Kamis, 24 Desember 2009

sablon kaos bekasi

Sablon kaos
CCplus collection menyediakan jasa sablon kaos dll
kami menerima sablon dengan tidak ada minimum order,sablon satu kaos pun bisa,asal tidak sparasi warna.
alamat kami ada di perum pesona gading blok F5 no 20.cibitung bekasi
kalau ada yang berminat bisa contak kami di 021 93098520 (ferdi)
atau 081519444386 (yuli) atau 08131644401(yandi)
apa bila anda membawa kaos sendiri pun tetap kami layani,kami menyediakan bahan kaos caton kombet,caton cardet dan c59

untuk harga sablon berfariasi untuk desain yang sederana dan bahan kaos warna putih kami bisa kasih harga 35000 minimum order satu lusin.

Kamis, 12 November 2009

merakit komputer

tips dan trick cara Belajar Merakit Komputer Sendiri - bagi pemula
Diakses : kali

– TAHAPANNYA –

Dalam artikel ini kami menggunakan motherboard “ECS” type := P4M800PRO-M3 sebagai contoh.

Tahap 1. Pemasangan CPU dan CPU Cooler.

Tahap 2. Pemasangan Memory.


Tahap 3. Pemasangan Motherboard.


Tahap 4. Pemasangan IDE/SATA/FDD devices.


Tahap 5. Pemasangan Casing and Pemasangan Power Supply.


Tahap 6. Pemasangan Expansion Card.


Tahap 7. Pemasangan Kabel power dan Penghubung.

Tahap 8. Pemasangan Front Panel Header.
Tahap 9. Pemasangan Kabel pada CPU


** Jangan Hubungkan/Nyalakan listrik sebelum semua terpasang dengan baik ***

Step 1. Pemasangan CPU and CPU Cooler.

1.1. Pemasangan Intel Pentium 4 LGA775 CPU.

—-1.1.A. Pasang processor pada lubang yang ada dengan sangat hati-hati

1.2. Pemasangan CPU Cooler.



—-1.2.A. Pasang CPU Cooler di atas processor dengan pengait yang telah ada.




—-1.2.B. Hubungkan CPU cooler power ke CPU_FAN connector pada motherboard untuk mencegah CPU overheating. (Panas yang tinggi pada motherboard)

Step 2. Pemasangan Memory.



—-2.1. Pastikan memory cocok/dapat digunakan pada motherboardnya.

—-2.2. Pemasangan memory satu arah, jadi tidak mungkin terbalik, pasanglah dengan hati-hati.

Step 3. Pemasangan Motherboard.



—-3.1. Buka salah satu tutup casing

—-3.2. Buka plat yang ada di bagian belakang, sehingga mother boardnya bisa dipasang.

—-3.3. Pasang motherboard dengan baik dan jangan lupa ada baut yang harus di pasang

Step 4. Pemasangan IDE/SATA/FDD devices.



—-4.1. Pemasangan Optical Drives-DVD-ROM/CD-ROM.
——-4.1.1. Buka cover casing bagian depan.

——-4.1.2. Buka plastik berukuran 5.25″ di depan casing. ——-4.1.3. Masukkan dan pasang optical drive, jangan lupa dibaut.

—-4.2. Pemasangan Floppy Disk Drive.
——-4.2.1. Pasang FDD ke slot dan dibaut
—-4.3. Pemasangan IDE and SATA Hard Drives



——-4.3.1. Pasang hard drive di dalam casing dan jangan lupa dibaut.

Step 5. Persiapan dan Pemasangan Power Supply.



—-5.1. Buka kedua sisi casing dan pasang power supply pada tempatnya.
—-5.2. Kencangkan power supply dengan baut.

Sebaiknya gunakan power supply berukuran 300W atau lebih. Jika arus listrik kurang bisa menyebabkan kerja system tidak stabil.

Step 6. Pemasangan Expansion Card.



—-6.1. Gunakan expansion card yang cocok dengan motherboard.
—-6.2. Buka plat, lalu masukkan expansion card.

—-6.3. Pasanglah expansion card (ditekan sampai benar-benar masuk) lalu dibaut

Step 7. Pemasangan Kabel dan Power Connector.



–ATX power connector : hubungkan dengan ATX connector pada motherboard.



–ATX_12V power connector : hubungkan dengan ATX_12V pada motherboard.



–IDE power connector : hubungkan dengan IDE device.



–FDD power connector : hubungkan dengan FDD device.

–SATA power connector : hubungkan dengan SATA device.

—-7.2. Hubungkan power supply sesuai pasangannya. (seperti contoh gambar di atas).
—-7.3. Pasang kembali masing-masing casing, lalu dibaut.

Notes :
1. Kabel power connectors dan audio connectors dirancang hanya bisa digunakan untuk satu arah.

2. Setelah IDE/SATA hard dipasang, masukkan BIOS dan lakukan penyetingan.

Step 8. Connecting the Front Panel Header.



FP PWR/SLP : Message/Power/Sleep LED.
PWR_SW_P/N : Power Switch.
HD_LED_P/N : IDE Hard Drive Activity LED
RST_SW-P/N : Reset Switch

Step 9. Pemasangan Ports pada casing.

Tampilan port pada casing.




Tampilan tidak sama pada masing-masing casing.

Setelah semua dipasang, lalu hubungkan keyboard, mouse, monitor, dll. Nyalakan komputer dan install software systemny


http://www.pipos.co.cc/2009/04/tips-dan-trick-cara-belajar-merakit.html

Sabtu, 31 Oktober 2009

ARRAY DAN STRING

BELAJAR C++ ARRAY DAN STRING

Array merupakan koleksi data dimana setiap elemen memakai nama dan tipe yang sama serta setiap elemen diakses dengan membedakan indeks array-nya. Berikut adalah contoh variable bernama c yang mempunyai lokasi memori yang semuanya bertipe int.

C[0] -45
C[1] 6
C[2] 0
C[3] 72
C[4] 1543
C[5] 43
C[6] 4

Masing-masing nilai dalam setiap lokasi mempunyai identitas berupa nama c dan nomor indeks yang dituliskan di dalam tanda kurung ‘[..]’. sebagai contoh, 72 adalah nilai dari c[3].

DEKLARASI ARRAY
Variable array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat. Dengan demikian, deklarasi untuk variable array c di atas adalah :
int c[7];
Perlu diperhatikan bahwa C++ secara otomatis menyediakan lokasi memori yang sesuai dengan yang dideklarasikan, dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0. Nilai suatu variable array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya;
Int c[7] = {-45, 0, 6, 72, 1543, 43, 4}
Berarti setiap lokasi memori dari variable array c langsung diisi dengan nilai-nilai yang dituliskan didalam tanda kurung kurawal.

Banyaknya lokasi memori dapat secara otomatis disediakan sesuai degan banyaknya nilai yang akan dimasukkan, seperti contoh berikut yang tentunya membuat variable array dengan 10 lokasi memori:
Int x []={10, 15 12, 5, 13, 9, 6, 17, 25, 31};
Untuk memperjelas gambaran anda tentang array perhatikan contoh aplikasi variable array, yaitu program untuk menghitung jumlah setiap elemen dalam suatu array.
Sebagai gambaran dari program tersebut, dapat dibuat sebuah algoritma sebagai berikut:
1. Tentukan elemen array sebanyak yang diinginkan (dalam hal ini, elemen array tersebut berjumlah 12 buah)
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini, nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah jumlah elemen array diatas yaitu 12 dikurangi dengan 1, kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan perulangan sesuai dengan langkah 2
4. Lakukan penjumlahan masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi
5. Tampilkan penjumlahan semua elemen array
6. Selesai.
Sedangkan implementasi dalam program dapat dilihat berikut ini.
Contoh Program array
/*Program :array1.cpp*/
#include
#define SIZE 12
main()
{
int a[SIZE]={1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};
int indeks, total =0;
for(indeks=0; indeks<=SIZE-1; indeks++)
total += a[indeks];
printf(”nTotal setiap eleen array adalah %d”,total);
return 0;
}

Bila program diatas dijalankan, akan muncul hasil :
Total setiap elemen array adalah 383
Adapun keterangan dari program diatas adalah sebagai berikut : Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data, a[1] yang berisi data 3 di jumlahkan sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.

ARRAY DIMENSI SATU
Bentuknya :
Tipe nama_var[ukuran];
Dengan :
Tipe : menyatakan jenis elemen array (int, char, unsigned, dan lain-lain)
Ukuran : menyatakan jumlah maksimal elemen array
Contoh :
Float nilai_ujian[5];

Pada turbo C++ array disimpan dalam memori secara berurutan. Elemen pertama berindeks nol digambarkan sebagai berikut :
Nilai_ujian[0]
Nilai_ujian[1]
Nilai_ujian[2]
Nilai_ujian[3]
Nilai_ujian[4]

Masing-masing berbentuk float dan berjumlah 5 elemen.
Selain itu, deklarasi array juga dapat berupa :
Static int bulan[12]={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12}
Sesuai dengan deklarasi array diatas, maka isi variable array telah ditentukan yaitu :
Bulan[0] bernilai 1
Bulan[1] bernilai 2
Bulan[2] bernilai 3
Bulan[3] bernilai 4
Bulan[4] bernilai 5
Bulan[5] bernilai 6
Bulan[6] bernilai 7
Bulan[7] bernilai 8
Bulan[8] bernilai 9
Bulan[9] bernilai 10
Bulan[10] bernilai 11
Bulan[11] bernilai 12

Untuk memperjelas tentang array dimensi satu, perhatikan maslah berikut ini :

Misalkan Anda diminta membuat algoritma dan program untuk menampilkan bilangan dari 1 sampai bilangan 10, dengan pangkatnya masing-masing. Adapun batas nilai maksimal yang disimpan adalah 100.
Sesuai yang telah Anda pelajari , bahwa bilangan 1 pangkatnya adalah 1. Hasil ini diperoleh dari 1*1, kemudian bilangan 2 pangkatnya adalah 4, hasil ini diperoleh dari 2*2 sampai bilangan 10 yang pangkatnya adalah 100, hasil ini diperoleh dari 10*10.
Algoritma dari permasalahan diatas adalah berikut ini :
1. Tentukan elemen array untuk menampung nilai perkalian
2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini , nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah 10, dan kenaikannya adalah 1)
3. Lakukan perulangan sesuai langkah 2
4. Nilai awal indeks ditambah dengan 1
5. Lakukan perkalian masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi.
6. Tampilkan perkalian semua elemen array
7. Selesai .
Contoh program array dimensi satu
/*Program :array2.cpp*/
#include
int main()
{
int square[100];
int i; /*loop index*/;
int k; /*the integer*/

/*calculate the squares */
for (i=0; i<10; i++)
{
k= i+1;
square[i]=k*k;
printf(”nPangkat dari %d adalah %d “, k, square[i]);
}
return 0;
}

Bila program dijalankan akan muncul hasil :
Pangkat dari 1 adalah 1
Pangkat dari 2 adalah 4
Pangkat dari 3 adalah 9
Pangkat dari 4 adalah 16
Pangkat dari 5 adalah 25
Pangkat dari 6 adalah 36
Pangkat dari 7 adalah 49
Pangkat dari 8 adalah 64
Pangkat dari 9 adalah 81
Pangkat dari 10 adalah 100

Penjelasan :
Dari program diatas, Anda dapat melihat ada 10 buah elemen yang masing-masing nilainya akan dipangkatkan, mulai dari 1 sampai 10. Dimana dalam memori sudah dipesan tempat sebanyak 100.
Sedangkan apabila array akan dikirim ke sebuah fungsi caranya adalah hanya dengan mencantumkan nama array tanpa diikuti dengan tanda apapun, seperti contoh berikut :
int c[5] = {-45, 0, 6, 72, 1543};


JUMLAH (c, 5)
—-

Dalam contoh diatas, yang memanggil fungsi JUMLAH dengan mengirimkan argument berupa variable array c dan sebuah konstanta 5. Perhatikan bahwa variable array ditulis hanya c tanpa notasi tambahan apapun. Deklarasi variable array yang menjadi parameter dari suatu fungsi dituliskan dengan nama variable array yang diikuti dengan tanda kurung [], tanpa menuliskan banyaknya lokasi memori yang diinginkan.

ARRAY DIMENSI DUA
Struktur array yang dibahas diatas mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut variable array berdimensi satu. Pada bagian ini ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
Sebagai contoh, sebuah matrik B berukuran 2 X 3 dapat dideklarasikan dalam C seperti berikut : int B[2][3] = {[2, 4, 1}, {5, 3, 7}}; yang menempati lokasi memori dengan susunan sebagai berikut :
0 1 2
0 2 4 1
1 5 3 7

Dan definisi variable untuk setiap elemen tersebut adalah :
0 1 2
0 b[0][0] b[0][1] b[0][2]
1 b[1][0] b[1][1] b[1][2]

Sebagai implementasi dari keterangan diatas, perhatikan program berikut ini :
Contoh Program array dimensi dua
/*Program :array2.cpp*/
#include
void printArray(int[][3]);
main()
{ int matrik1[2][3] = {{1, 2, 3},{4, 5, 6}};
int matrik2[2][3] = {1, 2, 3, 4, 5};
int matrik3[2][3] = {{1, 2},{4}};
printArray (matrik1);
printArray (matrik2);
printArray (matrik3);
return 0; }
void printArray (int a[][3])
{ int i,j;
for (i=0; i<=1; i++)
{ for (j=0; j<=2; j++)
printf(”%d”,a[i][j]);;
printf(”n”);
}
}

Bila program diatas dijalankan, akan mucul hasil :
123
456
123
450
120
400

Penjelasan :
Dari program diatas untuk matrik 1, penulisannya adalah 123 456, sedangkan pada matrik 2 penulisannya adalah 123 450. 0 disini mempunyai arti tempat yang disediakan untuk data kolom ke 3 dan baris ke 2 tidak diisi. Sedangkan matrik 3 penulisannya adalah 120 400. Dari matrik 3 disini kita bisa melihat bahwa pada baris pertama kolom ketiga data tidak diisi dan dianggap 0 dan pada baris kedua kolom kedua dan ketiga juga tidak diisi juga diisi 0.
Dalam program tersebut, juga digunakan fungsi untuk menampung hasil penjumlahan matrik.
Perhatikan contoh lain :
Int datasiswa[4][3];
Deklarasi diatas digunakan untuk mendeklarasikan suatu data siswa yang berbentuk demikian :
No Nama Kelas Jumlah Siswa
Tahun 1989 Tahun 1990 Tahun 1991
1 Kelas 1 50 55 49
2 Kelas 2 60 60 55
3 Kelas 3 56 56 56
4 Kelas 4 49 50 54

Dari deklarasi diatas maka angka empat [4] menyatakan jumlah kelas, dan angka indek [3] menyatakan tahun.
Data siswa [0][2] adalah Kelas 1 dan jumlah siswa tahun 1990 yaitu 55. Atau jumlah siswa kelas 1 pada tahun 1990 adalah 55.

Bentuk data siswa dapat juga digambarkan sebagai berikut :
1 2 3
1 50 55 49
2 60 60 55
3 56 56 56
4 49 50 54

Array ini dapat pula diberi nilai tetap dengan static seperti pada array dimensi satu. Deklarasinya adalah sebagai berikut :
Static int jumlah [4][3]=
{
50, 55, 49,
60, 60, 55,
56, 56, 56,
49, 50, 54
};

ARRAY DIMENSI BANYAK

Array ini seperti array dimensi dua tetapi dapat memiliki ukuran yang lebih besar. Sebenarnya array dimensi banyak ini tidak terlalu sering digunakan, tetapi sewaktu-waktu kalau dimensi yang dibutuhkan banyak, maka array ini sangat memegang peranan yang penting.

Contoh :
Static int dataktp[2][7][8][5];
Bookmark and Share


 

CahPakuan Copyright © 2009 REDHAT Dashboard Designed by SAER